Pengaruh Komunikasi Antarbudaya Dalam Dunia Global
Komunikasi
antar budaya dapat dipersepsi sebagai perbedaan kebudayaan dalam mempersepsi
objek-objek dan kejadian-kejadian. Menurut porter dan samovar dalam mukti
(2016:13) pengaruh budaya dapat dilihat dari cara berkomunikasi, bahasa dan
gaya bahasa, serta perilaku nonverbal yang merupakan bentuk respon atas budaya.
Porter
dan samovar mengemukakan bahwa untuk mengkaji komunikasi antar budaya perlu
dipahami hubungan antara kebudayaan dan komunikasi. Budya mempengaruhi manusia
dalam belajar berkomunikasi dan memandang dunia melalui kategori-kategori,
konsep-konsep dari label yang dihasilkan budayanya.
Di
era global saat ini pemahaman
tentang kounikasi antar budaya sangat
diperlukan karena kan sangat menunjang keberhasilan dalm berkomunikasi lingkup
global, bisa saling memehami dan
menghindari konflik karena keslahpahaman.
Dalam
alquran pun diterangkan beberapa ayat tentang pentingnya memahami perbedan
“Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu
disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs Al hujarat:13)
Beberapa
dari kita mungkin bertanya-tanya mengapa
kita harus menekankan perbedaan
budaya. Akankah globlisasi dalam jangka panjangkan menyebabkan Universality of
cultures dimana manusia akan berbicara dengan bahasa yang sama (ingris) dan
mempraktikan norma dan nilai yang sama? Jauh dari idealnya, budaya akan tetap
beranekaa ragam walaupun setiap budaya yang ada akan berubah setiap waktu. Walaupun negara eropa sekarang berada di bawah
payung Eropa Union tetap mempertahankan keunikan budaya
mereka.
Dalam perspektif psikologi, komunikasi dilihat sebagai alat dalam
membentuk prilaku. Tolman, menganggap bahwa ucapan manusia tidak lain adalah
suatu alat yang sebetulnya tidak berbeda dengan alat-alat lain. Untuk memahami
dunia dan tindakan-tindakan orang lain, kita harus memahami kerangka
persepsinya.Oleh karenanya, kita harus belajar memahami bagaimana mempersepsi
dunia. Dalam komunikasi lintas budaya secara ideal diharapkan banyak persamaan
dalam pengalaman dan persepsi.
Menjadi Manusia yang Interkultural
Perkembangan jarigan komunikasi dan bertambahnya jumlah orang
yang berpindah dan menetap di negara asing secara sementara atau permanen telah
menigkatkan kesadaran akan besarnya kebutuhan untuk memahami budaya lain.
Menurut walsh (dalam Mulyana, 2012: 42-43)
menyatkan bahwa manusia Universal adalah seseorang yang menghormati semua
budaya, memahami apa yang orang dari budaya berbeda rasakan, fikirkan, percayai
dan mengapresiasi perbedaan budaya.
Kesalahfahaman
antara dua orang dari budaya yang berbeda, sering terjadi karena mereka tidak
saling memahami satu sama lain. Sebagai contoh pada pendangan perspektif
komunikasi non verbal, Amerika menggunakan kontak mata ketika berbicara. Mereka
mengangap bahwa orang yang tidak menatap mata ketika berbicara tidaklah sopan.
Berbeda dengan di Indonesia mereka tidak selalu menatap lawan bicara ketika bicara,
terutama jika lawan bicara lebih tua atau punya status yang lebih tinggi.
Jelasnya kesalahpahaman bisa terjadi ketika orang Amerika
dan Indonesia
bertemu dan berbicara tanpa memahami perbedaan komunikasi nonverbal.
Kemampuan untuk memahami budaya lain, bukan hanya penting pada
level interpersonal tetapi juga pada level internasional . Sejarah
megindikasikan bahwa beberapa konflik
dan perang antara dua negara karena kegagalan atau kesulitan dalam menghargai
budaya lain. Sebagai contoh Hilter dan pasukannya menginvasi negara lain di eropa di perang dunia kedua
kareana mereka percaya bahwa jerman adalah negara yang paling super daripada
negara lain
Bentuk komunikasi antar budaya di Era modern
Dalam era modern ini
muncul dan berkembang berbagai model dan bentuk dalam komunikasi antarbudaya.
Ada beberapa jenis atau model komunikasi yang menjadi bagian dari komunikasi
antarbudaya. Di antaranya adalah sebagai berikut:
a.
Komunikasi internasional (International Communications),
yaitu proses komunikasi antara bangsa dan negara. Komunikasi ini tercermin
dalam diplomasi dan propaganda, dan seringkali berhubungan dengan situasi intercultural
(antarbudaya) dan interracial (antarras). Komunikasi internasional
lebih menekankan kepada kebijakan dan kepentingan suatu negara dengan negara
lain yang terkait dengan masalah ekonomi, politik, pertahanan, dan lain-lain.
b. Komunikasi antarras (
interracial communication), yaitu suatu komunikasi yang
terjadi apabila sumber dan komunkan berbeda ras
c. Komunikasi antaretnis (
interethnic communication), yaitu berkaitan dengan keadaan
sumber komunikannya, sama ras/suku bangsa tetapi berbeda asal etnis dan
latarbelakang.
Pentingnya komunikasi antar budaya dalam dunia global
a.
Dalam
bidang ekonomi
Dalam
bidang ekonomi komunikasi antarbudaya sanagat dibutuhkan demi kesuksean bisnis,
terutama bisnis skala internasional dan
hubungan ekonomi luar negri. Ketika kita berbisnis dalam skala internasional
pasti kita akan berhubungan langsung dengan orang yang terlibat dalam bisnis
tersebut, untuk menjaga hubungan bisnis agar tetap harmonis perlunya mengetahui
budaya dari negara yang dijadikan mitra bisnis. Selain itu implikasi dari
peragangan bebas menyebabkan indonesia bukan hanya sebagai jago kandang namun
juga harus mampu menghasilkan produk yang mampu bersaing dalam pasar global.
Lewat survai yang dilakukan kementrian
perdagangan dan indutri internasional (MITI) jepang bahwa sebagian besar
kegagalan bisnis yang dilakukan asing dengan Jepang
karena tidak dipahaminya karakeristik dan budaya komunikasi Jepang.
Lalu apa aspek-aspek budaya komunikasi bisnis yang perlu di pahami tersebut,
menurut christopher (1989) yaitu gerak tubuh, pemilihan kata, komunikasi non
verbal, suara, gerak dan posisi tubuh (postural), kontak mata, sentuhan,
pakaian,, air muka, waktu, jarak beebicara (porksemik).
b.
Bidang
kesehatan
Tidak hanya di
bidang ekonomi, globalisasi juga berdampak di bidang pendidikan yang menuntut
kita untuk memahami komunikasi antar budaya. Ketidakmampuan dalam memahami
komunikasi antar budaya akan menghambat proses hubungan atau komunikasi antara
osen dengan mahasiswa dari luar negri atau hubungan dengan mahasiswa yang
berasal dari negara lain.
Sebagai contoh adalah hambatan komunikasi antarbudaya antara dosen
native asal china dengan mahasiswa indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan
komunikasi antarbudaya yang terjadi muncul tak hanya disebabkan karena adanya
perbedaan nilai (agama dan cara pandang) dan kompetensi verbal, namun juga
karena adanya perbedaan latar belakang budaya pendidikan kedua pihak unit
analisis ini yang memengaruhi bagaimana mereka saling mempersepsi, menyandi dan
menyandi balik pesan saat mereka berkomunikasi dalam ruang kelas.
c.
Bidang
kesehatan
Beberapa negara memiliki
perbedaan dalam penanganan peyakit, bagaimana penyakit diartikan, dan bgimana
manusia terlibat dalam menjaga kesehatan berinteraksi dengan yang lain.
Sebagai contoh di beberapa
negara afrika dan asia, penyakit dianggap sebagai hukuman dari tuhan karena
kesalahanya seperti yang dipahami oleh orang hindu. Dalam pandagan muslim,
penyakit diartikan sebagai cobaan dari tuhan untuk membersihkan dosa.. sedangkan di negara barat mereka
menganggap bahwa penyakit dikarenakan bakteri atau virus yang menyerang tubuh.
Daftar
Pustaka
Ali,
Mukti. 2016. Komunikasi Antarbudaya dalam Tradisi Agama Jawa. Yogyakarta: CV.
Pustaka Ilmu Group.
Liliweri,
Alo. 2003. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: LKiS.
Mulyana,
Deddy. 2005. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyana,Deddy.
2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya.
Hidayat,
Dasrun. 2012. Komunikasi Antarpribadi Dan Medianya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Narsullah,
Rulli. 2014. Komunikasi Antar Budaya Di Era Budaya Siber. Jakarta: Kencana.
J.
Baran, Stanley. 2012. Pengantar Komunikasi Massa Melek Media & Budaya.
Jakarta: Erlangga.
Darmastuti,
Rini. 2013. Minfulness dalam Komunikasi Antarbudaya. Malang: Buku Litera.
Darmastuti,
Rini. 2013. Komunikasi Antarbudaya : Konsep, Teori, dan Aplikasi. Malang: Buku
Litera.
Sihabudin,
Ahmad. 2011. Komunikasi Antarbudaya Satu Perspektif Multidimensi. Jakarta: PT
Bumi Aksara.
No comments:
Post a Comment